oleh

Berwisata Sejarah Candi Sambisari, Sleman, Yogyakarta

By Ini Diselenggarakan Oleh : -76 views

Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jogja memiliki banyak destinasi wisata. Salah satu wisata yang wajib dikunjingi jika kalian datan ke Jogaj adalah candi . Tetapi bagi beberapa atau sebagian orang, wisata berkunjung ke candi merupakan destinasi yang membosankan, karena sudah  sering mengunjungi candi yang ada di Yogyakarta, namun bagi sebagian orang, tempat wisata candi di Yogyakarta malah dicari atau diburu ,karena setiap candi memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

(sumber gambar : https://www.jejakpiknik.com/candi-sambisari/ )

Kita sangat sering mendengar destinasi wisata candi yang populer dimasyarakat, yaitu Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Sesungguhnya masih banyak destinasi wisata candi yang belum begitu populer, tetapi memiliki nilai sejarah yang tinggi serta memiliki keunikan dan daya tarik khusus.

Candi yang mempunyai keunikan serta daya tarik lain tersebut bernama Candi Sambisari. Candi ini terletak lebih rendah sekitar 5 – 6 meter di bawah permukaan tanah sekitarnya. Dengan demikian, saat anda mengunjungi Candi Sambisari ini, anda harus melewati puluhan anak tangga yang tersusun rapi menuju bangunan kompleks candi yang berada dibawah. Perlu diketahui, bahwa Candi Sambisari merupakan candi terbesar di Yogyakarta, yang letaknya berada di bawah permukaan tanah disekitarnya.

Berikut map nya.

Dahulu, kawasan Yogyakarta merupakan pusat peradaban kerajaan Mataram kuno. Terdapat beberapa candi-candi yang dibangun sebagai tempat pemujaan, maupun simbol prestise  yang berdiri dengan gagah. Hingga tiba suatu masa, terjadi erupsi dahsyat dari Gunung Merapi  yang memuntahkan material vulkanik ke segala penjuru hingga memporak-porandakkan area sekitar Gung merapi serta mengubur candi-candi tersebut, salah satunya adalah Candi Sambisari.

Candi Sambisari di desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.
( sumber gambar : tribunjogja/gilang satmaka )

Awal ditemukannya candi ini ketika seorang petani bernama Karyowinangun sedang mencangkul sawahnya. Beliau secara tidak sengaja mengenai batu keras saat mencangkul. Batu tersebuat memiliki ukiran atau pahatan dipermukaannya. Sehingga menimbulkan pertanyaan dari mana batu ini berasal, karena bentuk dan konturnya yang berbeda dari batu lain.

Batu itupun kemudian diteliti oleh Dinas Kepurbakalaan. AKhirnya ditemukanlah bahwa batuan tersebut merupakan batuan dari komponen suatu candi. Maka diarea penemuan candi tersebut dilakukan evakuasi dan penggalian lebih lanjut. Waktu yang  dibutuhkan untuk melalukan proses evakuasi, penggalian hingga pemugaran candi cukup lama, yaitu tak kurang dari 20 tahun.

Candi tersebut pun diberi nama, sesuai nama desa candi tempat tersebut ditemukan, yaitu Candi Sambisari.

 

Awal Mula Candi Sambisari Ditemukan, Kemegahan yang Sempat Terpendam Tanah
( sumber gambar : tribunjogja/gilang satmaka )

Hingga saat ini sejarah Candi Sambisari  belum dapat dipastikan secara pasti, namun jika dilihat dari gaya bangunannya, diperkirakan Candi Sambisari ini dibangun pada waktu yang sama dengan dibangunnya Candi Prambanan, Candi Plaosan, Candi Sojiwan dan candi-candi lain yang berada disekitarnya.

Di Candi Sambisari anda dapat mengabadikan keindahannya dari atas sehingga keseluruhan bangunan candi terlihat dengan jelas, anda pun dapat menelusuri lebih detail hingga kebawah dan melihat detail bangunan Candi Sambisari. Setelah dari Candi Sambisari anda tidak perlu bingung jika ingin mencari kuliner yang tidak jauh dari candi, terdapat beberapa kuliner seperti, Soto Bathok Mbah Karto yang melegenda dan Sop Djadoel yang belum lama ikut memeriahkan kuliner sekitaran Candi Sambisari. Hingga beberapa warung atau rumah makan yang semakin menjamur diwlayah sekitar candi Sambisari. Terdapat pula took souvenir, jika anda ingin  membawa oleh oleh berupa buah tangan tentang Candi Sambisari.

 

BERHADIAH :

Tentang Penulis: Yosua Dipta

Gambar Gravatar
Saya seorang mahasiwa semester akhir. Saya sangat suka dengan fotografi dan desain visual.

Komentar

Tinggalkan Balasan

3 comments