oleh

ORIFLAME – Bisnis yang menguntungkan atau merugikan

Dipertengahan bulan Juni 2020,saya mencoba mengirim pesan kepada seorang teman saya di facebook yang mempromosikan bisnisya , yaitu Oriflame. Sudah tidak asing bagi kita mendengar nama brand “Oriflame”. Pasti didalam kontak Whatsapp kalian, ada salah satu teman kalian yang sangat sering mengupdate story WA dengan puluhan poster katalog oriflame. Sampai sampai kalian bosan untuk melihat storynya. Berawal dari hal tersebut, saya melihat banyak teman saya yang mempromosikan barng Oriflame. Itu membuat saya sedikit risih tapi penasaran. Mengapa oriflame terus dipromosikan orang orang tapi tidak secara besar besaran seperti brand lain. Krena setau syaa oriflame merupakan brand yang berasal dari luar negeri, masa iya mereka tidak mempunyai modal iklan.

 

Singkat cerita, saya memulai berkirim kiriman pesan melaui mesengger facebook dengan teman saya. Ini dia beberapa screenshot komunikasi yang saya lakukan.

        

 

Saya pun mengerti bahwa ini modelnya MLM atau Multi Level Marketing. Dengan mengajak sebanyak banyaknya orang untuk bergabung atau menjadi member. Dimana kita akan menjadi orang atau karyawan dibawah teman yang mengajak kita. Saat kita mampu mengajak orang untuk bergabung kita akan mendapatkan bonus dan saat orang yang diajak bekerja dengan baik, kita pun mendapatkan bonus. Sistem ini telah lama diterapkan dan  sempat Booming atau terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat mengenal MLM sebagai metode yang kotor dan buruk. Karena banyak orang yang pernah merasakan rugi dan tertipu, tetapi ada juga yang berhasil dan sukses.

 

Semua pasti tau, yang namanya MLM itu menguntungkan upline atau yang di atas. Tapi melihat dari segi Oriflame adalah MLM yang beda dan semua downline atau yang di bawah itu amanah. Kita bisa menyimpulkan kalau Oriflame adalah bisnis MLM dengan cara berbisnis secara saling menguntungkan atau simbiosis. Karena kata beda tersebutlah banyak orang yang penasaran dan langsung mau gabung saat di prospek member Oriflame.

 

Oriflame memang memberikan 3 keuntungan khusus untuk membernya.

  1. Jadi member hanya untuk pemakai, keuntungannya bisa beli produk Oriflame dengan harga diskon 23%. lumayanlah! Dan kalo untuk ini gak ada target. Terserah kamu mau belanja atau tidak setiap bulannya. Keanggotaannya juga gak akan mati, kecuali kamu gak belanja sama sekali selama 1 tahun.
  2. Jadi pedagang, kalo kamu suka jualan dan mau dapat keuntungan 23%. Lumayan juga kalo jadi member Oriflame, cuma modal katalog kalo gak salah 20Pcs 62,500. Beli kurang dari itu juga bisa. Sama uang buat bayarin ke Oriflame dulu, nantinya uang itu bisa di putar. Dan yang ini juga gak ada target. Terserah kamu mau jualan berapa tiap bulannya, atau gak jualan sama sekali juga gak masalah.
  3. Jadi pebisnis. Yang ini ada target, tapi targetnya gak ada paksaan juga kok, kalo menurutku targetnya itu bukan kewajiban, tapi kebutuhan. Kebutuhan akan cairnya bonus (bonus gak bisa cair kalo targetnya gak tercapai). Atau kebutuhan untuk memberi contoh yang baik kepada downline.

 

           

**contoh media poster promosi Oriflame

 

Kalo dilihat lihat berdasarkan ulasan dan cerita orang dibeberapa media online. Kalo niat mau untung kita harus mati matian buat promosinya. Bahkan waktu kita bisa habis di depan hp doang buat update katalog. Chat temen temen, promosi, ajak orang, kasih edukasi, dan proses jual beli. Emang harus menguatkan hati dan pikiran, namanya jugak erjaan pasti butuh kerja keras kalo mau untung. Plus harus siap modal juga, karena kita  harus pesan barangnya dulu ketika ada temen yang mau beli.

Setelah barang sampe baru deh kita kasih ke temen kita yang pesen and then dia bakal bayar. Rugi banget kalo yang pesen dikit dan nominal pesanan dibawah 100 atau 200 ribu. Kena ongkir lumayan, eh untungnya buat nutup ongkir gak seberapa. Makanya para member gencar benget ngajak orang beli. Supaya pesanan banyak, so mereka bakal bayar dikit di ongkir dan untung lebih gede.

 

Well, apapun itu usahanya tetap cari informasi dan edukasi diri dulu secara penuh biar gak kopong gitu. Jadi kita bisa tau untung ruginya, dan siap hati serta mental dengan segala konsekuensi yang akan terjadi. Plus, teteap siapkan modal ya, seberapapun itu. Mau  dikata tanpa modal pun, harus siap. Inget “There is no free lunch”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar