Tips Membaca Asik

Diposting oleh :
Kategori :

“Membaca adalah kebutuhan”

Itu yang selalu saya ingat sepanjang saya menjadi seorang pelajar maupun mahasiswa. Gimana kalau malas membaca? Mending ke laut ajah deh. Hampir semua pelajaran maupun matakuliah itu dalam bentuk bacaan. Praktik? Ya baca dulu. Baru nanti praktik.

Saya benar-benar bersyukur, saya memiliki minat yang tinggi dalam membaca. Kalau tidak, mungkin saya tidak akan mendapatkan banyak buku dari hasil lomba, kuis maupun giveaway. Mungkin saja, kalau saya tidak gemar membaca, saya tidak pernah merasakan betapa bahagianya tulisan dan nama dimuat di koran maupun menjadi juara dalam lomba cipta puisi.  Mungkin saja, kalau saya tidak gemar membaca saya tidak akan diminta untuk berbagi pengalaman di depan banyak orang.

Semua berawal dari membaca. Semua berawal dari senangnya membaca. Saya selalu membaca apapun. Berita di koran, majalah, internet. Budaya ‘dahulukan membaca sebelum bertanya’ selalu saya terapkan.

Keuntungannya apa? Keuntungannya banyak. Jadi lebih tahu dan maju sedikit dibandingkan dengan orang yang tidak mau membaca.

Banyak sekali keuntungan dari aktifitas membaca. Semakin banyak informasi, misalnya. Lebih update. Lebih terdepan.

Saya pernah punya pengalaman tiga tahunan mengajar les privat anak SD dan SMP. Kebanyakan yang les dengan saya itu malas sekali membaca. Saya nggak nyerah begitu saja.

Berpikir seratus kali dong. Bagaimana agar anak senang membaca. Membudayakan membaca sejak dini. Untuk kamu yang sudah memiliki anak, atau adik, atau murid bisa kamu ikutin tips saya ya.

Jangan pernah paksakan anak membaca dengan nada perintah. Justeru mereka menjadi malas membaca. Anak-anak itu tidak suka yang namanya diperintah. Orang kita yang sudah besar, disuruh-suruh baca atau melakukan hal lain saja juga tidak mau kan? Apalagi anak-anak.

Anak-anak itu lebih senang mencontoh, mengimitasi apa yang orang dewasa lakukan. Jadi apabila kita ingin anak-anak gemar membaca, mulailah dari diri kita sendiri. Membudayakan diri kita untuk senang dan gemar membaca. Jika kita sudah rutin melakukannya, ajak anak untuk melakukan aktifitas membaca buku bersama. Minimal setiap hari sekali. Bisa ketika akan beranjak tidur di malam hari.

Anak-anak lebih cenderung menyukai bacaan yang ada gambarnya. Belikan anak-anak bacaan yang sesuai usianya dan kalau bisa yang mereka suka. Mengawali membaca dengan bacaan yang digemari akan lebih menarik. Serius. Saya sudah mempraktekkannya kepada dua kemenakan (keponakan) saya.

Berbeda saat saya mengajar les anak yang sudah bisa ‘berpikir’ tapi malas membaca. Saya hanya akan memberikan motivasi. Menanyakan, apa goals atau tujuan yang ingin dicapai. Kebanyakan mereka ingin mendapatkan rangking kelas maupun bisa menjadi juara umum di sekolah.

Tapi, mereka malas membaca. Solusinya apa? Solusinya untuk usia mereka sebenarnya ya harus ada perubahan dari dirinya sendiri. Ketika diri sendiri tidak menginginkan perubahan, ya percuma. Hanya omong kosong.

Akhirnya, saya trikin dong. Mereka saya suruh untuk mengerjakan tugas-tugas yang semua jawabannya ada di buku. Agar mereka mau membaca. Saya kembalikan, siapa yang pingin juara? Mereka sendiri. Siapa yang rugi kalau nggak membaca? Ya mereka jawab diri mereka sendiri.

Beberapa Minggu setelah saya terapkan, mereka sudah mulai terbiasa dengan membaca. Dan respon orang tua mereka juga membuat saya terharu. Katanya mereka, anak didik les saya, sudah mulai gemar membaca. Malah ada yang mengajari orang tuanya agar senang membaca.

Ya, menanamkan budaya gemar membaca sejak dini, itu sangat penting sekali. Agar kelak kalau sudah besar pun akan tetap gemar membaca. Kebanyakan di antara kita sangat mudah menelan mentah-mentah informasi tanpa membacanya terlebih dahulu.

Yuk, budayakan membaca! Membaca itu asik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *