oleh

Bijak di Dunia Maya, Rukun Di Dunia Nyata

By Ini Diselenggarakan Oleh : -35 views

Akhir-akhir ini, banyak muncul “berita hoax” yang dapat membingungkan masyarakat. Bahkan tidak sedikit yang merasa terancam dengan beredarnya berita menyesatkan tersebut. Hal ini sebagai konsekuensi dari masuknya era industri 4.0, yang menjadikan segala sendi kehidupan manusia sehari-hari dilakukan melalui online.

 Kenyataan menunjukkan bahwa komunikasi di dunia maya lebih kejam daripada di dunia nyata. Hal ini dapat digambarkan seperti kejadian tsunami air laut. Saat terjadi tsuniami, akibat yang terkena dampak hanya daerah-daerah dan tempat di seputar pantai. Tapi tsunami informasi dapat menghancurkan bangsa dan kehidupan sosial

Memang “berita hoax” tidak dapat dihindari mengingat setiap individu bebas membuat konten berita sesuai dengan keinginannya. Meskipun Kementerian Komunikasi dan Informasi RI (Kemkominfo RI) telah membuat situs aduan “berita hoax”, namun ternyata jumlah aduan dari masyarakat yang masuk tidak sebanding dengan “berita hoax” baru yang muncul. Akibatnya berita menyesatkan tersebut terus tumbuh semakin subur.

Sebenarnya pembuat “berita hoax” tidak terlalu besar dampaknya di masyarakat, namun yang lebih membahayakan adalah penyebarnya. Kenyataan membuktikan bahwa dengan banyaknya media sosial yang ditandai dengan munculnya anggota group dari berbagai komunitas, menjadikan berita mudah dan cepat menyebar. Tanpa memahami berita yang diterima, dengan menggunakan dua jarinya, mereka langsung menyebarkan kepada teman dalam komunitasnya. Teman tersebut menyebarkan kepada temannya lagi dan begitu seterusnya. Inilah yang menjadikan “berita hoax” menyebar tanpa kendali.

Untuk menghindari atau mengurangi penyebaran “berita hoax” seperti tersebut diatas, sudah selayaknya masing-masing individu dapat mempraktekkan kata bijak yang berbunyi “ saring sebelum “sharing”, atau dalam bahasa Inggris sering disebutkan “thinking before posting”.

Apabila hal ini dapat dilakukan setiap individu, niscaya “berita hoax” tidak akan menyebar bebas. Hasil yang dirasakan masyarakat, dapat tercipta kondisi bijak di dunia maya dan rukun di dunia nyata serta terhindar dari perang di dunia maya dan pecah di dunia nyata.

Selain dampak yang dapat dirasakan masyarakat seperti diatas, ada manfaat yang lebih besar lagi. Secara tidak langsung, apabila masing-masing individu dapat bersosial media secara bijak, akan dapat meningkatkan toleransi, kerukunan dan penguatan karakter bangsa, sehingga keutuhan NKRI tetap selalu terjaga.

Bisa juga dibuka di : https://kinosuki.blogspot.com/2019/03/bijak-di-dunia-maya-rukun-di-dunia-nyata.html

BERHADIAH :

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 comment

  1. Setuju banget dengan postingan ini. Smart reader sangat dibutuhkan untuk menghambat bahkan menangkal penyebaran berita hoax ini. Selain itu penegakan peraturan perundang-undangan yang sudah disusun oleh pemerintah terkait komunikasi dan informasi harus dilakukan dalam rangka memberikan efek jera bagi para pelaku dan ‘calon pelaku’ penyebar berita hoax.