Review Crime Scene : The Vanishing at the Cecil Hotel

Diposting oleh :
Kategori :

Kematian Elisa Lam di Hotel Cecil sudah tidak asing lagi di telinga kita. Aneh dan mengerikan, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kasus kematian tersebut. Rekaman dimana Elisa Lam menari di dalam lift menjadi gambaran yang sering kita ingat jika membahas kasus tersebut. Dimulai dari dugaan pembunuhan hingga keterlibatan makhluk halus merebak.

Pada Februari 2021 Netflix pun merilis serial dokumenter untuk mengupas kematian Elisa Lam. Serial tersebut terdiri dari 4 episode dengan durasi sekitar 50 menit. Beragam pihak pun dilibatkan dalam dokumenter ini, dimulai dari penyidik, manager hotel dan tamu hotel. Tidak sia sia menonton, saya pun mendapatkan jawaban yang masuk akal atas kematian Elisa Lam.

Lost in Los Angeles

Episode pertama menceritakan proses penyelidikan dan lingkungan dimana ia menginap, yaitu Hotel Cecil dan sekitarnya.

Review Crime Scene : The Vanishing at the Cecil Hotel

Hotel Cecil sendiri merupakan sebuah hotel dengan banyak cerita yang kelam. Dikenal sebagai tempat dimana pembunuh dan tunawisma tidur. Tak kalah mengerikan, tak jauh dari Hotel Cecil terdapat sebuah area bernama Skid Row yang merupakan tempat tinggal para tunawisma. Skid Row merupakan area yang patut diwaspadai. Tak hanya tunawisma, mantan penguni penjara maupun rumah sakit jiwa hidup di area ini.

Proses penyelidikan menjadi cukup sulit dimana tak ditemukan bukti yang mengarah kepada kasus pembunuhan maupun kasus kriminal lain. Penyidik telah menyusuri rekaman CCTV hotel dan tidak menemukan momen dimana Elisa Lam meninggalkan hotel. Penyidik justru menemukan video Elisa Lam di lift yang telah kita ketahui bersama. Proses menjadi lebih sulit ketika tim penyidik dikurangi.

Secret of The Cecil

Episode kedua masih membahas mengenai Hotel Cecil dan kisah kisah di dalamnya. Menghilang nya Elisa Lam memunculkan detektif detektif internet yang ikut berusaha memecahkan kasus tersebut hingga akhirnya Elisa Lam ditemukan mengapung di tangki air hotel.

Down the Rabbit Hole

Episode selanjutnya menceritakan para detektif internet yang masih tidak terima dengan kematian Elisa Lam dan mengira ada hal yang disembunyikan di balik nya. Beberapa detektif internet menelusuri Hotel Cecil dan beberapa teori konspirasi bermunculan.

The Hard Truth

The Hard Truth menjadi pamungkas untuk menutup serial ini dengan memaparkan penyebab kematian Elisa Lam. Elisa yang sedang berjuang melawan depresinya kerap kali mengalami halusinasi. Dan singkat cerita, di malam kematiannya ia dalam halusinasinya tanpa sadar masuk ke tangki air tersebut. Berusaha menyelamatkan diri, ia menanggalkan bajunya. Diduga ia masuk ke dalam tangki untuk bersembunyi dari sesuatu yang ia anggap mengancam sebagai bagian dari halusinasi nya.

Penutup

Kematian Elisa Lam yang menggemparkan disebabkan oleh kondisi mentalnya yang tidak stabil. Kematian yang tidak disengaja. Saya berpikir, apa yang dirasakan Elisa Lam saat itu. Ia pasti merasa panik hingga akhirnya masuk ke dalam tangki air. Kepanikannya bertambah ketika ia menyadari bahwa ia tidak bisa keluar dari tangki air tersebut. Malang.

Baca Juga : Cadaver, Hidangan Pasca Bencana

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan teknisi yang menemukan jenazah Elisa Lam. Pasti ia terkejut. Tapi apakah sosok Elisa Lam masih menghantuinya? Jika saya berada di posisinya, mungkin saya akan merasa sangat terguncang dan tidak bisa melupakan wajah Elisa Lam yang sudah memucat.

Lebih tidak habis pikir adalah sangat manajer hotel. Bagaimana ia bisa bertahan selama 10 tahun di tempat dimana banyak tragedi terjadi. Saya pikir ia akan selalu memulai hari dengan membayangkan apa kasus yang akan dihadapinya.

Kisah kematian Elisa Lam seharusnya menyadarkan kita tentang betapa pentingnya kesehatan mental. Meski bukan sakit fisik, sakit mental juga tidak jarang mempengaruhi kondisi fisik. Seperti ketika kita merasa sedang terbebani, punggung kita akan terasa berat. Tak jarang sakit mental juga berujung pada hilangnya nyawa. Bukan hanya Elisa Lam yang tewas tanpa disengaja, masih ada banyak orang yang mengakhiri hidupnya dengan latar belakang kesehatan mental yang terganggu.

Depresi, gangguan kecemasan, atau yang lainnya bukan lah omong kosong. Bukan hanya karena si penderita berlebihan. Penyakit mental itu ada, sama seperti penyakit fisik. Rawatlah mental kita seperti kita merawat fisik kita. Keduanya adalah hidup kita. Keduanya adalah bola kaca, ia bisa hancur atau rusak jika sangat pemilik tidak menjaganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *