oleh

Review Film : Deadly Illusion. Ilusi yang Ambigu.

Kali ini saya akan menceritakan salah satu film berdurasi 2 jam dengan judul Deadly Illusion. Film ini menceritakan seorang penulis yang berusaha menyelesaikan naskah tulisannya dan mempekerjakan seorang pengasuh anak agar ia lebih fokus menulis.

Alur Cerita

Sesuai judulnya, bisa dilihat bahwa Mary, sang penulis kerap kali mengalami halusinasi selama proses pengerjaan naskahnya. Di satu sisi, ia menjadi sangat dekat dengan Grace, pengasuh anak yang ia sewa.

Di awal film kita akan menyaksikan bagaimana pola kerja Grace dan Mary. Diperlihatkan bahwa mereka menjalin hubungan yang lebih intim dari sekedar majikan dan pekerja. Mary merupakan seorang penulis handal, sedangkan Grace tidak jelas asal usulnya selain ia mengaku tidak memiliki keluarga yang mengasihinya.

Minus Point

Sebenarnya saya cukup menikmati film ini, hanya saja akhir dari film ini sukses membuat saya bertanya tanya. Penyelesaian yang tidak menjawab inti permasalahan yang tercantum di judul. Entah saya yang kurang memahami, namun bagi saya terlalu banyak adegan yang tidak memperkuat konflik cerita.

Contoh pertama, diceritakan bahwa Grace menyukai Mary sebagai lawan jenis. Ia melakukan hal hal intim kepada Mary dan Mary pun menikmatinya. Bahkan seringkali Mary tidak menolak perlakuan intim dari Grace dan Mary keesokan harinya akan bersikap seolah tidak terjadi apa apa.

Contoh kedua, ketika Grace terlihat menggoda Tom, suami Mary. Diceritakan juga bahwa Grace melakukan hubungan intim dengan Tom yang akhirnya dipergoki oleh Mary.

Di akhir cerita, Grace menyerang Tom hingga bersimbah darah. Dari sinilah diketahui bahwa Grace mengidap kepribadian ganda. Lalu apa kaitannya dengan judul Deadly Illusiion?

Hal yang mengganjal benak saya adalah apakah benar Grace bercinta dengan Tom, atau itu hanya ilusi belaka. Berapa banyak kepribadian yang dimiliki oleh Grace? Kenapa Grace memilih untuk menyusup sebagai pengasuh anak Mary?

Saya diliputi perasaan tidak puas setelah menonton film ini. Sampai akhir, saya tidak melihat penjelasan dari beragam adegan yang membingungkan. Dimana adegan dimana ilusi Mary membawa hal buruk?

Baca juga : https://www.serbakuis.com/blog-post/review-film-spartacus-sang-pembawa-hujan-dari-trakia/

Plus Point

Para pemeran film ini berparas cukup menarik dan kualitas akting mereka sejauh ini masih OK. Hanya saja, saya mungkin akan memberikan angka 6 dari sisi alur ceritanya yang cenderung berbeda dengan judulnya.

Alur cerita pun sebenarnya cukup sulit untuk ditebak. Saya sendiri menunggu nunggu, semematikan apasih ilusinya? Nyatanya dibanding dengan ilusi, film ini memilih mengakhirinya dengan kasus gangguan kepribadian.

Hal yang bisa saya pelajari adalah pentingnya background checking. Jangan sampai kita melakukan kesalahan seperti Mary yang mempekerjakan Grace tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan agensi yang ia hubungi.

Dari film ini kita bisa belajar untuk lebih hati hati dalam kehidupan kita. Bahwa masih ada orang yang ingin mencari keuntungan dari kita atau justru memberikan kerugian bagi kita.

Di akhir cerita, disimpulkan bahwa Grace mengidap gangguan kepribadian ganda akibat pengaruh masa kecilnya. Dari sini kita juga belajar bahwa apa yang kita lakukan dapat berdampak pada psikis orang lain. Mereka yang memiliki gangguan kepribadian bukanlah aneh. Mereka sama seperti kita yang tengah sakit. Sama sama membutuhkan perawatan.

Sebenarnya saya kurang merekomendasikan Deadly Illusion untuk Anda tonton. Masih kurang tergali konfliknya dan alur cerita yang cenderung beda jauh. Tapi tidak ada salahnya menonton film ini jika sedang mencari film yang mudah dicerna.

Referensi : https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/hype/read/2021/03/18/135013666/sinopsis-deadly-illusions-film-thriller-terbaru-netflix-tayang-hari-ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *