oleh

Review Dokumenter : Seaspiracy. Ketika Ekosistem Laut Dipertaruhkan

Seaspiracy adalah salah satu film dokumenter yang membahas mengenai konspirasi konspirasi dalam ekosistem laut. Film yang disutradarai oleh Ali Tabrizi ini berdurasi 90 menit ini dapat disaksikan melalui chanel Netflix.

Review Dokumenter : Seaspiracy. Ketika Ekosistem Laut Dipertaruhkan
Review Dokumenter : Seaspiracy. Ketika Ekosistem Laut Dipertaruhkan

Film dokumenter ini dibawakan melalui sudut pandang sang sutradara. Diceritakan bahwa Ali sangat mencintai laut yang baginya merupakan sesuatu hal yang indah. Ali aktif berpartisipasi merawat lingkungan laut dengan memungut sampah di laut, tidak menggunakan peralatan makan sekali pakai dan berdonasi pada lembaga lembaga peduli lingkungan laut.

Di tengah upayanya menjaga lingkungan laut, ia mendapati bahwa terdapat negara yang melakukan perburuan paus dan lumba lumba. Dari 13 ekor yang ditangkap, 1 dikirim sebagai hewan sirkus dan yang lainnya dibunuh dengan alasan membasmi hama.

Namun pembunuhan paus dan lumba lumba nyatanya hanya menjadi kambing hitam atas perburuan ikan yang berlebihan. Ikan tuna sirip biru dan hiu merupakan contoh spesies yang dieksploitasi berlebihan hingga membuat mereka terancam punah.

Hiu merupakan predator puncak di laut. Kepunahannya membuat ketidakstabilan ekosistem di laut yang akan berujung pada kelangsungan hidup manusia.

Namun ternyata jumlah paus dan lumba lumba yang tertangkap sebagai tangkapan sampingan lebih banyak dibanding yang dibantai. Ini sama saja seperti ketika kita mengonsumsi ikan, kita telah menghukum mati lumba lumba.

Oleh karena itu, muncullah sertifikasi “Dolphin Safe” yang nyatanya tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya oleh organisasi yang memberikan sertifikasi. Organisasi ini meraup uang yang cukup banyak untuk sebuah sertifikasi meski yang terjadi sebenarnya adalah proses di dalamnya dapat di manipulasi.

Yang menjadi masalah di laut merupakan industri perikanan. Tidak hanya mengeksploitasi satwa laut, namun peralatan mereka yang mendominasi sampah sampah di laut. Bahkan tidak jarang terjadi perbudakan manusia dalam perburuan ikan tersebut.

Meski mengetahui industri perikanan mengancam ekosistem di laut, pemerintah tidak melakukan upaya untuk mmenghentikannya demi kepentingan bisnis.

Rasanya memang mengesalkan. Namun bagi seorang pemburu paus tradisional, mereka tidak merasa jahat karena telah membunuh 1 ekor paus. Mereka merasa lebih baik dibanding harus membunuh 2000 ekor ayam. Nyatanya, ketika Ali fokus pada ekosistem di laut ia mengabaikan hewan ternak yang diperlakukan sama. Toh hewan ternak maupun hewan laut sama sama memiliki nyawa.

Tidak mengonsumsi ikan dianggap merupakan solusi terbaik atas masalah ekosistem di laut. Meski tidak dicanangkan oleh pemerintah, kita dapat memulainya dari diri sendiri. Ingin merasakan makanan laut, kita bisa mengonsumsi tumbuhan laut seperti alga. Itulah inti yang disampaikan dalam film ini.

Jujur saja, setelah menonton film ini saya pun bertekad untuk perlahan tidak mengonsumsi ikan. Dari film ini disampaikan manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi ikan tidak lebih besar dari bahaya zat beracun di dalamnya seperti mercuri.

Baca juga : https://www.serbakuis.com/blog-post/review-film-spartacus-sang-pembawa-hujan-dari-trakia/

Ali dan Netflix telah berupaya keras demi menyampaikan fakta fakta ini. Saya yakin mereka telah menempuh jalan beresiko yang membahayakan nyawa mereka.

Saya tidak berpikir bahwa proses mendapatkan ikan akan membahayakan spesies lain di dalamnya. Saya tidak bisa membayangkan jika laut kehilangan keseimbangan ekosistemnya dan mempengaruhi iklim. Saya juga tidak bisa membayangkan hal besar apa yang terjadi jika iklim berubah.

Bumi rusak, kiamat, saya tahu itu akan terjadi. Tapi jujur saja saya takut merasakannya. Membayangkan saya atau keturunan saya merasakannya membuat bulu kuduk saya merinding.

Melalui film ini, Ali menyuarakan kekhawatirannya akan ekosistem laut dan mengajak kita untuk ikut peduli. Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton oleh siapapun yang membaca tulisan ini. Setidaknya tontonlah film ini dan mungkin kalian akan memahami hal yang baru dan sedikit tergerak untuk melakukan sesuatu bagi lingkungan.

Reff: https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/daniyanahdi/606c4cff8ede486c5145bb63/seaspiracy-2021-dokumenter-kontroversial-industri-penangkapan-ikan

Seberapa besar minat anda?
[Total: 0 Average: 0]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *